Tampilkan postingan dengan label figur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label figur. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 April 2013

Nabi Yusuf adalah orang yang lemah lembut


Apa jawaban Yusuf Alaihi Salam ketika Zulaikha mengajaknya berhubungan badan ?
“Saya berlindung kepada Allah”, jawab sang Nabi.
Yusuf tidak membalas ajakan Zulaikha dengan kata-kata seperti, “Apakah kamu sudah GILA ?”
atau
“Tidakkah kamu tahu, siapa saya ? Saya ini Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim, saya ini anak keturunan nabi !”
Dan Yusuf juga tidak mengatakan, ” PERGILAH KAMU !”

Bahkan apa yang dikatakan Yusuf Alaihisalam saat banyak perempuan-perempuan terpesona oleh ketampanan Nabi ini ?

Minggu, 31 Maret 2013

Umar bin Abdul Aziz, Figur pemimpin yang sempurna

Tatkala Khalifah demi khalifah datang pergi silih berganti, disebut-sebutlah nama Umar bin Abdul Azir untuk menjadi penggantinya. Lalu apa kata Umar ketika namanya digadang-gadang menjadi calon khalifah yang baru. “Jangan sebut-sebut nama saya, katakan bahwa saya tidak menyukainya. Dan jika tidak ada yang menyebut namanya, maka katakan, jangan mengingatkan nama saya,” ujar Umar bin Abdul Aziz.

Suatu ketika dibuatlah rekayasa, berupa surat wasiat, seolah-olah khalifah sebelumnya menetapkan Umar sebagai penggantinya. Begitu diumumkan di depan publik, seluruh hadirin pun serentak menyatakan persetujuannya. Tapi tidak dengan Umar. Ia justru terkejut, seperti mendengar petir di siang bolong.  Bukan hanya terkejut, Umar bin Abdul Aziz bahkan mengucapkan: Inna lillahi wa Inna ilaihi raji’uun, dan bukannya Alhamdulillah seperti kebanyakan para pejabat di negeri ini.  Bagi Umar, tahta yang disodorkan adalah musibah, bukan kenikmatan. Fatimah sangat terkejut ketika mendengar berita bahwa telah diangkat khalifah baru, Umar bin Abdul Azis yang tak lain adalah suaminya sendiri. Namun ia lebih terkejut ketika tahu kalau Sang Raja baru dikabarkan menolak segala fasilitas istana.

Umar bin Abdul Aziz memilih menunggang keledai untuk kendaraan sehari-hari, membatalkan acara pelantikan dirinya sebagai khalifah yang akan diadakan besar-besaran dan penuh kemewahan.

Sungguh Fatimah heran dan tidak percaya mendengar berita tersebut karena ia sangat mengenal siapa suaminya. Sosok yang sangat identik dengan kemewahan hidup mengapa secara tiba-tiba ia hendak berpaling dari kemewahan, padahal tampuk kekuasaan kaum muslimin baru saja di anugerahkan kepadanya?

Selasa, 26 Maret 2013

Sarah: Figur kesempurnaan seorang istri


Akhuunal muslim, apakah kita pernah memperhatikan tentang perasaan kita? tentang kebodohan kita akan rasa syukur yang selalu membuat kita cemburu dan iri? mari kita tengok kisah sebuah keluarga kecil yang di Ridhai Allah ini, yaitu keluarga Ibrahim dan sarah yang cantik:

selamat menyimak, semoga bermanfaat..   :)

Sarah mendapat coban karena kecantikannya, ketika ia masuk ke Mesir.

Palestina, tempat tinggal Ibrahim dilanda kekeringan dan paceklik, untuk itu Ibrahim brsama istrinya berangkat ke Mesir. Ketika keduanya tiba di Mesir, Ibrahim tahu bhw penguasa Mesir adlh org yg doyan perempuan, oleh karena itu, Ibrahim mngkhawatirkan istrinya, Sarah, lalu Ibrahim berkata kpd Sarah “Penguasa Mesir ini pasti akan brtanya kepadaku tentang dirimu, aku akan mnjawab bhw engkau adlh saudara perempuanku, jadi jgn membantahku disisinya, karena di dunia ini tdk ada orang muslim selain aku dan engkau, dan sesungguhnya engkau adlh saudaraku di kitabullah”
Di Mesir, salah seorang pejabat Mesir melihat Sarah, karenanya ia segera pergi dan masuk menemui rajanya, pejabat tsb brkata “Paduka, seorang wanita telah datang ke Mesir dan ia hanya layak dimiliki orang seperti paduka, karena kecantikannya nyaris menutupi matahari di siang hari” 
Wajah sang raja Mesir brbinar2, mulutnya mngumbar senyum lebar dan trlukis tanda2 ridha di wajahnya kpd pejabatnya tsb, lalu sang raja berkata kpd si pejabat tadi “Pergilah dan bawa wanita tsb kemari”